Solidaritas Pedagang Blok 1 Dan 2 Pasar Senen Tuntut Janji Pengelola

27 Feb 2017

Jakarta, Setelah terjadinya kebakaran besar yang melanda para pedagang pasar Senen pada tanggal 19/01 2016, yang menyebabkan banyak kerugian bagi pedagang, hari ini, senin 27 Febuari 2017 pedagang merasa diresahkan dengan pembagian penampungan sementara yang tidak adil dan merata dalam hal pembagian kios.

Nampak pedagang Blok 1 dan 2 Pasar Senen yang menggelar aksi solidaritas dan konferensi pers untuk menuntut Janji pihak Pengelola. Mereka menuntut agar pengelola segera menyediakan penampungan sementara agar mereka bisa mencari nafkahnya dengan berdagang di penampungan sementara itu.

 

Dari hasil pemantauan media ii ada 1102 kios, 4531 Konter, 88 pedagang buku dan 78 gudang yang harus disediakan tempat penampungan.

 

Rencananya hari ini akan diundi pembagian tempat penampungan sementara. Namun rupanya masih ada sekitar 200 an orang pedagang yang tidak kebagian tempat, sehingga mereka melakukan aksi dan orasi.

 

Ketua aksi Fadil Zaidil mengatakan,”Kami digabung di lantai 1 dan lantai 2 , lantai 5 dan lantai 6 tidak jadi dijadikan penampungan buat kami. Sebagian besar para pengontrak tidak kebagian tempat. Sementara sudah hamper 2 bulan kami tidak dapat mencari rejeki, padahal banyak tanggungan hidup yang tetap harus kami bayar, seperti KPR, Hutang piutang di bank, cicilan cicilan lain. Ini sangat memberatkan kehidupan kami.”Ungkapnya kepada media ini di lokasi bekas kebakaran pasar senen (27/02/2017).

 

“Kami mengharapkan pihak pengelola konsekwen terhadap janjinya yaitu pedagang lantai 1 ditempatkan di lantai 1 dan pedagang di lantai 2 ditempatkan di lantai 2, sedangkan pedagang di lantai 3 dan 4 ditempatkan di lantai 5 dan 6. Tapi kenyataannya kami pedagang di lantai 1, 2, 3 dan 4 ditempatkan di lantai 1 dan 2. Dengan digabungnya semua pedagang ke lantai 1 dan 2 sangat merugikan kami, karena terlalu sesak. Dan karena digabung semua maka para pengontrak sekitar 200 orag pedagang tidak kebagian tempat.” Lanjutnya.

 

“Kami berharap pemerintah dan DPR peduli akan nasib kami. Karena semua harta benda kami telah ludes terbakar semua, bagaimana kami dapat mengembalikan hutang dan menanggung biaya hidup keluarga,” pungkasnya.

 

Karena sampai saat berita ini diturunkan belum ada kesepakatan dengan pihak pengelola dan masih adanya sekitar 200 an pedagang yang belum mendapatkan tempat, maka pengundian pembagian tempat diundur minggu depan.

(Rodianah)


TAGS Media


-

Author

I'am only a journalist who recorded every events that I can record.

Follow Me