PT. Impian Jaya Ancol Mangkir Dari Persidangan

16 Jun 2017

Jakarta, Sidang lanjutan sengketa informasi nomor : 0011/IV/KIP-DKI-PS/2017 antara WartaOne sebagai pemohon melawan PT. Taman Impian Jaya Ancol  digelar kembali oleh Komisi Informasi DKI di ruang sidang kantor Komisi Informasi DKI Jalan Awaludin 2 Jakarta Pusat (15 Juni 2016).

Karena merasa penting dan menghormati persidangan Team WartaOne hadir satu jam sebelum kegiatan persidangan  dimulai. Namun rupanya pihak PT. Impian Jaya Ancol mangkir dari persidangan sehingga acara persidangan ditunda.

“Apakah termohon PT. Impian Jaya Ancol sudah dipanggil secara patut untuk hadir di persidangan Pak Panitera ?” Tanya Ketua Majelis Komisioner Wa Ode Asmawati yang memimpin jalannya persidangan dengan  Anggota Majelis Alamsyah Basri.

“Kami sudah melakukan pemanggilan kepada PT. Impian Jaya Ancol  agar hadir dalam persidangan, namun tanggal 13 Juni 2017 mereka mengirimkan surat permohonan tidak dapat hadir sampai dengan tanggal 10  Juli 2017 karena banyak kesibukannya.” Terang Panitera Ade Saefullah Anwar di depan persidangan.

“Karena termohon tidak dapat hadir, maka sidang akan kita tunda sesuai surat permohonan mereka. Karena Kuasa Hukum PT. Impian Jaya Ancol sampai saat ini juga belum  melengkapi berkas terkait legal standingnya untuk bersidang,”Ujar Ketua Majelis Komisioner Wa Ode Asmawati

 Dharma Leksana sebagai kuasa hukum yang mewakili WartaOne dalam konferensi persnya usai persidangan mengatakan,”Saya sebenarnya merasa kecewa dengan ketidakhadiran PT. Impian Jaya Ancol (PT. TIJA). Sebagai badan publik dengan  prosentase 99 % saham dimiliki oleh Pemda DKI,  berarti PT. TIJA adalah pengguna anggaran negara yang harus tunduk dan patuh juga terhadap Undang Undang N0. 14 Tahun 2008. Saya menilai, dengan tidak hadirnya mereka dalam persidangan hari ini terkesan PT. TIJA melecehkan Komisi Informasi Publik. Komisi Informasi hadir untuk menjawab kebutuhan masyarakat sesuai Pasal 20, Pasal 21, Pasal 28 J Undang Undang Dasar Negara Republik Indonesia 1945.”Paparnya.

 “Kedua, bagaimana sebuah badan publik sekelas PT. TIJA tidak memahami fungsi transparansi dalam upaya membangun Good and Clean Governance.  Bahwa hak memperoleh Informasi merupakan hak azasi manusia dan keterbukaan informasi publik merupakan salah satu ciri penting Negara demokratis yang menjunjung tinggi kedaulatan rakyat untuk mewujudkan penyelengaraan negara yang baik.” Lanjutnya.

“Alasan ketidakhadiran mereka yang mengatakan  PT. TIJA banyak kesibukan bagi saya hanya merupakan alasan yang dicari cari. Saya menilai bahwa ini ada kesalahan manajerial dalam perusahaan tersebut.Betapa buruknya manajemen PT. TIJA kalau tidak dapat memanage departemen legalnya untuk memenuhi undangan Komisi Informasi. Hal ini menunjukkan kualitas pengelolaan manajerial yang tidak profesional.  Nanti akan saya mintakan juga data data terkait berapa orang sebenarnya pekerja di PT. TIJA, masak menyuruh satu orang dari departemen aspek legalnya saja tidak mampu ? Lalu berapa anggaran yang mereka serap dari uang Negara untuk membiayai departemen legal PT. TIJA ? Saya akan minta informasi juga bagaimana management yang dipakai PT. TIJA dalam mengelola pegawainya ? Bagaimana pembagian tugasnya dan sebagainya? Hal hal ini harus jelas dan jangan sampai disembunyikan. Kami curiga justru karena banyak informasi yang perlu diketahui publik ingin disembunyikannya. Partisipasi masyarakat harus dilihat bahwa PT. TIJA adalah milik PUBLIK, milik masyarakat, milik rakyat, bukan milik perorangan. Rakyat merasa memiliki sehingga perlu pengelolaan yang baik dan transparan demi kemajuan bersama.”Pungkasnya.

Secara terpisah Ade Saeful Anwar mengungkapkan,”Ada mekanisme yang dapat ditempuh oleh Komisi Informasi apabila termohon selalu tidak hadir di persidangan yaitu dengan mendatangi kantor pihak termohon dan memeriksa secara langsung pusat informasi serta dokumentasi mereka demi tegaknya hukum dan keadilan.” Katanya kepada Wartawan seusai sidang yang ditunda hari ini kamis 15 Juni 2017.


TAGS Ancol Taman impian jaya ancol Komisi informasi publik komisi informasi dki wartaone


-

Author

I'am only a journalist who recorded every events that I can record.

Follow Me